Espargaro Yakin MotoGP 2019 Jadi Titik Balik KTM

Advertisement

Espargaro Yakin MotoGP 2019 Jadi Titik Balik KTM

Admin Gridrace
09 January 2019

Pol Espargaro
Pol Espargaro © KTM/Jesus Robledo
Pol Espargaro sukses mencetak sejarah dengan meraih podium perdana Red Bull KTM Factory Racing di MotoGP usai finis ketiga di Valencia, Spanyol pada November lalu. Menjelang musim baru, ia pun berharap bisa memenuhi permintaan CEO KTM, Stefan Pierer, untuk meraih lebih banyak podium. Hal ini ia sampaikan dalam wawancaranya dengan Speedweek.

Tahun 2019 akan menjadi musim ketiga KTM di MotoGP, dan Espargaro berharap timnya mampu membuat RC16 jauh lebih garang lagi. Kini dengan adanya tim satelit Red Bull KTM Tech 3, serta Dani Pedrosa sebagai test rider bersama Mika Kallio, asa pabrikan Austria tersebut kian melambung. Makin banyak data yang diperoleh, makin cepat pula pengembangan RC16.

"Kami akan coba meraih lebih banyak podium. Tahun ketiga sangat penting bagi KTM. Kami harus mengalami progres signifikan. Tech 3 akan membantu kami, begitu pula Dani dan Mika. Makin banyak orang berpengalaman dalam proyek ini, termasuk saya. Kini kami bakal dapat lebih banyak informasi dan ini bakal bermanfaat. Saya rasa 2019 bisa jadi titik balik," ujar Espargaro.

Meski begitu, adik Aleix Espargaro ini yakin bahwa perjalanan menuju sukses tidaklah instan. Ia menyatakan bahwa timnya masih harus bekerja keras dengan telaten demi mewujudkannya. Metode kerja ini bahkan telah terbukti sepanjang 2017, di mana mereka sempat terseok-seok di awal musim, namun langsung ikut meramaikan pertarungan papan tengah di pertengahan musim.

"Tentu kami ingin menang dan bertarung di papan atas, tapi kami harus melakukannya selangkah demi selangkah. Memang benar kami tak memulai 2017 dengan baik, tapi kami mengalami progres bagus yang cukup mengejutkan. Ini sungguh bagus karena orang-orang mendadak memperhatikan kami. Sebagai hasilnya, ekspektasi pada 2018 langsung melonjak," tuturnya.

Espargaro juga menegaskan bahwa KTM harus terus mengoreksi diri sendiri dan bersikap merendah. "Kami harus bernapas sebentar dan berpikir: Bagaimana caranya? Seberapa lama kami ada di kategori ini? Sejak kapan motor kami turun lintasan? Berapa lama pabrikan lain ada di kejuaraan ini? Berapa lama waktu yang mereka butuhkan sampai benar-benar kompetitif?" lanjut Polyccio.